Waspada! Tanda-Tanda Kalau Kamu Adalah Prokrastinasi Sejati


Tidak dapat disangkal lagi bahwa di zaman yang serba modern ini kita telah dimanjakan oleh kecanggihan teknologi, sehingga kita lupa bahwa terknologi sebenarnya kita yang menciptakan. Hal ini lah yang menimbulkan suatu sifat menunda-nunda atau yang biasa disebut dengan Prokrastinasi.

Dilansir dari laman Wikipedia, dalam psikologi, prokrastinasi berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda. Psikolog sering menyebut perilaku ini sebagai mekanisme untuk mencakup kecemasan yang berhubungan dengan memulai atau menyelesaikan tugas atau keputusan apapun. Wadkins, Pinard, Schraw, dan Olafson menetapkan tiga kriteria agar suatu perilaku dapat dikelompokkan sebagai prokrastinasi: harus kontraproduktif, kurang perlu, dan menunda-nunda.

Prokrastinasi dapat mengakibatkan stres, rasa bersalah dan krisis, kehilangan produktivitas pribadi, juga penolakan sosial untuk tidak memenuhi tanggung jawab atau komitmen. Perasaan ini jika digabung dapat mendorong prokrastinasi berlebihan. Meski dianggap normal bagi manusia sampai batas tertentu, hal ini dapat menjadi masalah jika melewati ambang batas normal. Prokrastinasi kronis bisa jadi tanda-tanda gangguan psikologis terpendam.

Terkadang memang sangat sulit untuk keluar dari zona nyaman. Butuh tekad yang kuat untuk melakukan suatu pekerjaan tanpa menunda-nundanya. Karena kamu pasti berpikiran jika melakukan pekerjaan itu di waktu-waktu akhir akan menghasilkan hasil yang maksimal. Jika kamu beruntung, maka memang hasil memuaskanlah yang kamu dapat. Namun, bagaimana jika hasil yang kamu dapat justru berlawanan dengan yang kamu harapkan? Tentu hal itu sangatlah membahayakan serta sangat merugikan diri kamu sendiri. Apalagi jika sampai dipecat, putus kontrak, ataupun kehilangan mitra kerja karena kelalaian kamu sendiri.... Hangus deh modal nikah.

Chrisine B. dalam Tentik.com juga mengatakan bahwa prokrastinasi justru menghambat kemajuan mu. Sikap yang hanya akan mengubah arah hidup mu yang sudah direncanakan sebelumnya. Penundaan hanyalah tipuan dan godaan. Sensasi kegembiraan dan euforia kebahagiaan itu  hanyalah kesemuan.

Sebenarnya kamu mengetahui dampak – dampak negatif melakukan prokrastinasi. Akan tetapi disisi lain, kamu juga bingung bagaimana caranya untuk memulai. Memulai untuk mengatasi dan memulai untuk mengakhiri. Melawan prokrastinasi adalah melawan diri sendiri.

Dikutip dari Tentik, berikut Tanda-Tanda Kalau Kamu Adalah Prokrastinasi Sejati.

10. Terjebak dalam kenyamanan

Adakah seseorang di dunia ini yang tidak ingin hidup enak, nyaman, dan menyenangkan? Tentu semuanya mendambakan kehidupan yang demikian. Kehidupan tanpa luka dan penderitaan. Akan tetapi justru situasi seperti ini dapat menjadi bumerang. Seseorang yang terbiasa dengan keadaan seperti ini memiliki kecenderungan tidak tahan banting. Jika suatu saat nanti seseorang diberikan tugas yang sulit dan jauh dari kebiasaan dan kenyamanannya, maka ia akan memiliki kecenderungan untuk menunda.

9. Suka mengulur-ngulur waktu

Terkadang kita pernah terlalu santai dalam mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan. Hal ini disebabkan karena kita merasa mampu sehingga kita merasa dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan tepat waktu. Padahal, kita tidak pernah bisa tahu kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Hal ini mungkin terlihat sepele, namun kamu akan merasakan penderitaan yang amat dalam jika ekspektasimu tidak sama dengan realita yang ada.

8. Meremehkan pekerjaan

Pekerjaan yang ditugaskan kamu anggap sebagai tugas yang mudah. Oleh sebab itu kamu memutuskan untuk menunda melakukan pekerjaan tersebut. Kamu beranggapan bahwa mengerjakan tugas di jam-jam dan hari-hari terakhir akan menghasilkan hasil yang maksimal. Ternyata kamu keliru. Kamu kurang teliti dalam mencerna tugas yang dimaksud. Sesuatu Pekerjaan yang dilakukan memakan proses dan waktu yang lama. Kamu pun tidak bisa mengerjakannya tepat waktu. Kamu pun menyesal.

Hal yang paling lucu adalah kamu bisa kehilangan pekerjaan hanya karena kamu meremehkan pekerjaan yang kamu dapat. Mulai saat ini, cobalah untuk lebih menghargai pekerjaan. Ingat! Pekerjaan adalah tanggung jawabmu.

7. Tergoda dengan hal yang menyenangkan

Suatu saat kamu ditugaskan membuat laporan keuangan oleh atasan. kamu diberikan waktu satu hari untuk menyelesaikannya. Tiba-tiba muncul notifikasi pembaruan game di smartphone kamu. Kamu pun tergoda untuk memainkannya. Kamu berjanji hanya memainkan sekitar lima menit saja. Lima menit berlalu. Kamu berjanji untuk melakukannya lima menit lagi. Hingga akhirnya sudah terlalu banyak lima menit – lima menit yang Kamu lewatkan.

Namun, apalah daya jika teman-teman mu memaksa untuk bermain squad di Sanhook. Dengan berat hati kamu menerimanya dan akhirnya tanpa kamu sadari telah lewat 5 jam waktu yang sudah kamu habiskan. Sialnya bos mu memergoki mu sedang PUBG-an di bilik kerja mu. Akhirnya kamu diajaknya juga untuk bermain dengannya dan kamu dan bos mu akhirnya menjadi teman dekat karena game.

Saya rasa cukup berimajinasinya.


6. Malas-malasan

Ketika dihadapkan pada tugas dan deadline, kamu merasa enggan. Kamu merasa malas untuk mengerjakannya. Kamu memandang bahwa pekerjaan yang harus dikerjakan adalah sesuatu yang tidak penting dan tidak mendesak. Kamu memutuskan untuk menunda pekerjaan tersebut. Hingga akhirnya deadline semakin mendekat. Kamu pun belum menyelesaikannya.

Tenang, kamu hanya tinggal mempersuasi atasanmu untuk memberikan sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan tugas mu itu.

Sayangnya hidup tidak selucu itu. Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu perbuat.


5. Tidak menyelesaikan pekerjaan

Kamu merasa bahwa tugas yang diberikan terlalu sulit sehingga Kamu mengulur waktu untuk mengerjakannya. Kamu berkata kepada diri sendiri bahwa Kamu sebentar menunda pekerjaan untuk mencari inspirasi dan menghibur diri. Akan tetapi Kamu terlanjur terbuai. Hingga akhirnya tugas yang diberikan belum selesai.


4. Menghindari kesulitan

Sebagian dari kita memilih untuk menghindari kesulitan daripada menghadapinya. Hal ini bukan tanpa alasan. Situasi sulit adalah situasi yang tidak menyenangkan. Seseorang yang memutuskan menunda pekerjaan bisa jadi menghindari dan mengulur waktu untuk bertemu dengan kesulitan. Misalnya saja seorang mahasiswa yang bertahun-tahun belum lulus karena menghindari sulitnya mengerjakan skripsi.

Skripsi memang menjadi momok besar bagi para mahasiswa semester lanjut usia. Namun, harus diingat bahwa dunia kerja lebih keras daripada menyelesaikan skripsi.


3. Sulit mengatakan "tidak"

Seseorang yang mudah dipersuasi akan sulit untuk mengatakan tidak. Baik berkata tidak terhadap seseorang, situasi, dan godaan. Misalnya adalah seseorang harus bergadang semalaman suntuk karena untuk menyelesaikan proyek akhirnya. Tiba-tiba segerombolan temannya datang mengundang untuk nongkrong di kafe bersama. Karena merasa tidak enak, seseorang tersebut mengiyakan. Akhirnya seseorang tersebut menunda pekerjaannya.

Kamu harus belajar untuk bisa menolak semua ajakan yang ada. Walaupun itu teman-teman dekatmu. Kamu harus bisa memprioritaskan mana yang lebih penting. Tidak ada yang akan menjauhkanmu hanya karena kamu menolak ajakan. Toh juga itu demi kebaikanmu sendiri.


2. Perfeksionis

Seorang mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Mahasiswa tersebut memiliki karakteristik perfeksionis. Ia ingin agar tugas yang dikerjakan dapat sesempurna mungkin. Setiap hari ia hanya mengulang-ulang menulis di bagian yang sama. Hal ini dikarenakan dia merasa tidak puas terhadap pekerjaannya. Jika seseorang menginginkan sebuah hasil yang terbaik dalam berusaha adalah hal yang sah-sah saja. Akan tetapi mahasiswa tersebut terlena dengan ambisinya. Hingga akhirnya waktu yang diberikan semakin lama dan semakin menipis sedangkan tugas yang telah diberikan belum terselesaikan.


1. Kalau bisa besok, kenapa harus sekarang?

Seringkali kita merasa lebih memiliki banyak waktu dalam melakukan sebuah pekerjaan. Kita masih berpikiran bahwa masih ada hari esok. Kita merasa tidak perlu terburu-buru. Justru pemikiran-pemikiran seperti inilah pemicu utama munculnya menunda-nunda pekerjaan. Tidak terasa deadline pun semakin mendekat. Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan belum disentuh sama sekali. Kamu pun akan merasa panik pada menit-menit terakhir.

Jika kamu merasa terlalu malas ataupun terlalu sulit untuk mengerjakannya, setidaknya kamu bisa mengerjakannya sedikit demi sedikit, agar disaat deadline, kamu tidak dead karena ulahmu sendiri.

Itulah Tanda-Tanda Kalau Kamu Adalah Prokrastinasi Sejati. Mau sampai kapan kamu terus menunda-nunda? Ayo lakukan perubahan sebelum ada janur di depan rumah pasanganmu.
Semoga bermanfaat!

0 Response to "Waspada! Tanda-Tanda Kalau Kamu Adalah Prokrastinasi Sejati"

Post a Comment

Don't spam !!
Be a wise person in commenting. Comments that contain links will not be approved. Thank you for your visit.

Iklan Atas Artikel

Advertisement

Advertisement

Advertisement